Jangan-Bersedih1

Sahabat ku

Terimakasih kerana ' FOLLOW ' blogku ini, semoga Allah akan merahmati hidup kita semua...aamin yarabbal'alamin.

Keyakinan Diri Terhadap Allah




Assalammualaikum;

Apabila seseorang ragu akan keagungan Allah, namun lebih yakin pada kemampuan dirinya dengan pertolongan makhluk, maka jangan salahkan siapa pun kalau dalam hidupnya ia akan menemukan banyak kekecewaan.

Barang siapa ingin hidupnya selalu dilindungi, dibela, dimudahkan urusannya oleh Allah, dikabulkan doa-doanya, tetapi tidak pernah bersungguh-sungguh untuk meningkatkan mutu keyakinannya kepada Allah, maka keinginannya hanya akan menjadi sebuah angan-angan. Apalagi bila tanpa usaha nyata untuk mewujudkannya.

Ketahuilah, hanya Allah-lah yang seharusnya cukup menjadi penolong baginya, yang menjamin segala urusannya. Tidak ada satu pun penghalang jaminan Allah, kecuali su'udzan (buruk sangka) dari makhluk itu sendiri.

Kita harus terus meningkatkan mutu keyakinan kepada Allah, agar Allah juga selalu yakin untuk memberikan apa pun yang kita minta dan yang tidak kita minta. Lalu bagaimana cara meningkatkan keyakinan diri?

"Ilmul yaqin"

Ilmul yaqin adalah orang yang menyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu. Misalnya, di Mekkah ada Kakbah. Kita percaya, karena menurut teorinya begitu, ilmunya begitu. Apa pun yang terjadi pada Kakbah kita percaya, karena belum tahu yang sebenarnya bagaimana.

"Ainul yaqin"

Ainul yaqin adalah orang yakin karena telah melihat dengan mata kepala sendiri. Orang yang telah pergi ke Mekkah, bisa melihat sendiri Kakbah. Keyakinannya akan berbeda dengan orang yang yakin berdasarkan teori atau ilmu. Orang
yang mengatakan Kakbah itu ujungnya bulat, kalau hanya dengan ilmu bisa jadi kita percaya. Tapi bagi orang yang telah melihatnya akan berkata sesuai dengan yang telah dia lihat.

"Haqqul yaqin"

Haqqul yaqin adalah orang yakin dan terbukti kebenarannya. Orang yang telah merasakan lazatnya tawaf, berdoa di Multazam, merasakan di ijabahnya doa, dan mengatakan Ka'bah itu luar biasa sekali. Setelah pulang, doa kita diijabah dan susah didustakan. Akan semakin berbeza keyakinannya
dengan orang yang hanya yakin berdasarkan ilmu saja tanpa merasakan bukti kebenarannya.

Inilah cara untuk meningkatkan keyakinan kita. Ini juga yang menjadi tingkat keyakinan tertinggi kita, sehingga tidak bisa digempur dari sisi mana pun. Mulailah dari ilmul yaqin, ainul yaqin, dan akhirnya dengan haqqul yaqin. Hanya itulah yang akan meningkatkan keyakinan kita kepada Allah.

Semua yang ada di dunia adalah keseluruhannya milik Allah. Maka setiap manusia yang hatinya bergantung kepada selain Allah, dia akan sangat rugi. Yakinlah, Allah yang akan mengatur segalanya. Kita sering mengatakan, "Allah...Maha- kaya." Tapi terbukti kita masih risau takut tidak beroleh rezeki.
"Allah Maha Penentu", "Allah yang menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan", tetapi kita masih waswas tidak mendapatkan pasangan. Kita sering memuji kebesaran nama Allah, tapi kita sendiri ­kadang-kadang­ malah tidak melakukan hal yang sesuai dengan apa yang kita katakan. Inilah pertanda kalau kita masih ainul yaqin belum sampai pada haqqul yaqin.

Saudaraku, semua yang ada di dunia adalah titipan semata, dan kita harus menjaganya sesuai dengan aturan Allah. Segala sesuatu akan kembali kepada-Nya. Untuk itu, sebelum segalanya kembali, kita harus pandai-pandai memanfaatkannya. Yakinlah, kita adalah milik Allah dan akan
kembali ke hadapan-Nya. Jangan pernah ragu akan sesuatu yang Allah miliki. Kita bukan pemberi hidayah, hanya Allah pemberi hidayah.

Kita berjuang memuliakan orang tua kita, bukan berarti kita sanggup memberikan petunjuk. Kita berjuang memuliakan mereka lewat doa dan perbuatan, dengan harapan Allah yang memberi petunjuk. Kita berjuang untuk mendapatkan hidayah. Jika Allah belum berkenan untuk memberikannya, kita tidak perlu kecewa. Allah pasti mencatat apa yang kita perjuangkan dan mungkin suatu hari Allah menghendakinya. Jika Allah telah mengizinkannya siapa yang bisa menghalanginya?

Kita harus mampu meningkatkan keyakinan kepada Allah, jangan hanya mengakui secara lisan. Yakinkan diri saat kita berdoa. Lakukan dengan sungguh-sungguh. Kita tidak perlu takut mati dan khuatir akan nafkah untuk anak dan isteri kita. Selama hidup dan sampai bila pun, bukan kita yang membiayainya, melainkan Allah. Untuk itu, teruslah untuk mendekatkan diri dan menyakinkan diri kepada Allah, di samping amal yang sempurna.

Dia lah Allah yang tidak akan pernah lupa kepada orang-orang yang yakin kepada-Nya. Walau kita punya harta, punya usaha, tetap juga meminta agar Allah mencukupi. Hakikatnya semua yang kita miliki adalah dari Allah, dan itu adalah titipan-Nya.

Kita tidak boleh berbuat zalim kepada orang lain. Cubalah untuk rendah hati dan tawadhu'. Penghargaan akan datang kepada kita tanpa harus berbuat zalim kepada orang lain. Kita harus belajar yakin bahwa tidak ada satu pun pengundang bencana, kecuali perilaku kita sendiri dan tidak ada yang boleh menolong kita selain Allah.

Maka, sempurnakanlah ikhtiar kita sesuai dengan sunnatullah. Kejarlah pertolongan Allah, yaitu inayatullah. Semoga Allah menolong kita menjadi orang yang selalu rindu, bisa mengenal Allah dengan baik, dan diberi kurnia keyakinan yang mantap. Orang-orang yang ingkar pada ugama, boleh jadi karena dia baru sampai pada ilmul yaqin. Yakin kepada Allah berdasarkan ilmu saja tidak cukup karena belum meresap ke dalam jiwa.

Ternyata nurul yaqin atau cahaya keyakinan yang tersimpan di dalam hati seorang hamba Allah yang arif dan berkeyakinan teguh, datangnya dari khazanah kegaiban Allah Ta'ala. Alam semesta ini menjadi terang benderang kerana cahaya dari langit yang diciptakan Allah. Sedang cahaya yang menerangi hati manusia adalah nur dari sifat-sifat Allah. Cahaya yang tampak adalah bekas cahaya yang diciptakan Allah, dan cahaya yang tidak tampak adalah cahaya dari sifat-sifat Allah.

Sesungguhnya Allah SWT tidak bisa dilihat oleh mata karena mata ini terlalu lemah, melihat yang jauh saja tidak mampu, begitu pula untuk melihat yang sangat dekat. Orang yang hatinya diberi cahaya oleh Allah ketika melihat sesuatu, hatinya pun ikut melihat keagungan Allah. Misalnya seseorang yang hatinya telah diberi anugerah cahaya Allah, maka ketika ia memandang keindahan alam semesta. Hatinya pun akan ikut merasakan keagungan Allah Yang Menciptakan alam ini.

Maka orang-orang yang hatinya bersih, dia akan melihat alam ini berbeza dengan yang terlihat oleh pancaindera. Insya Allah tidak ada kerisauan tentang rezeki. Rezeki sudah pasti Allah yang berikan, tidak akan pernah tertukar....barakallah

Ayatul Kursi



Mahfum ayat:

"Allah, tidak ada yang benar disembah hanya Dia yang Hidup dan Maha Kaya, tidak pernah ditimpa mengantuk dan tidak pernah tidor, bagin Nya sesuatu yang ada di langit dan di bumi, tidak ada yag boleh membri syafaat kecuali denga izin Nya. Ia maha mengetahui segala apa yang terjadi di hadapan mereka dan dibelakang mereka. Tidaklah mereka meliputi ilmunya sedikit jua kecuali yang dikehendakki Nya. Lebih luas kerusinya darilangit dam bumi. Tidak susah bagi Nya memelihara keduanya. Ia maha Tinggi dan maha Besar."

Penjelasan:

Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam selepas Hijrah. Menurut riwayat, ketika ayat kursi diturunkan disertai dengan beribu-ribu malaikat sebagai penghantarnya, kerana kebesaran dan kemuliaannya.

Syaitan dan Iblis menjadi gempar kerana adanya suatu alamat yang menjadi perintang dalam perjuangan nya.

Rasulallah s.a.w segera memerintah kepada penulis alQuran iaitu Zaid bin Thabit agar segera menulisnya dan menyebarkannya.

Ada terdapat sembilan puluh lima buah hadis yang menjelaskan fazilat ayat kursi. Sebabnya ayat ini disebut ayat KURSI kerana di dalam nya terdapat perkataan KURSI, ertinya tempat duduk yang megah lagi yang mempunyai martabat.

Perlu di ingat, bukan yang di maksudkan dengan KURSI ini tempat duduk tuhan, tetapi adalah KURSI itu syiar atas kebesaran Tuhan.

Khasiat Ayat Kursi:

Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali masuk kerumah atau kepasar, setiap kali masuk ke tempat tidur dan musafir, insyaallah akan diamankan dari godaan syaitan dan kejahatan raja-raja (pemerintah) yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dann keluarganya, anak-anak nya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan kekaraman.

Terdapat keterangan dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, inyaallah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah s.w.t.

Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah s.a.w.

Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Sesiapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka inysyaallah tuhan mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.

Sesiapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, Tuhan akan mengampunkan dosanya. Sesiapa yang membacanya ketika hendak tidur, terpelihara dari gangguan syaitan, dan sesiapa yang membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya.

Syeikh alBuni menerangkan: Sesiapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), maka insyaallah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.

Barang siapa membaca ayat Kursi ketika hendak tidur, maka Tuhan mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi.

Abdurahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk kerumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan.

Syeikh Buni menerangkan: sesiapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran denga nisyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanayk 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya.

Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahawa; sesiapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia. (dari kitab Khawasul Qur’an)


Subhanallah...

Rukun 13 ( Rahsia dalam Solat )






 Assalammualaikum...........

Tahukah oleh kita bahawa solat itu mempunyai rahsia kelebihannya.....Subhanallah.
Inilah dia rahsia as-solat, sebagai peringatan bagi yang sudah tahu atau panduan bagi yang baru tahu.

    1. Niat Sembahyang Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
    2. Berdiri Betul Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
    3. Takbir-ratul Ihram Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur.
    4. Surah Al-Fatihah Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.
    5. Ruqu’ Sebagai tikar kita di dalam kubur.
    6. I’tidal Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika di dalam kubur.
    7. Sujud Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.
    8. Duduk antara 2 Sujud Akan menaung panji-panji nabi kita di dalam kubur.
    9. Duduk antara 2 Sujud (akhir) Menjadi kenderaan ketika kita di padang Mahsyar.
    10.Tahhiyat Akhir Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh Munkar & Nankir di dalam kubur.
    11.Selawat Nabi Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.
    12.Salam Memelihara kita di dalam kubur.
    13.Tertib Akan pertemuan kita dengan Allah S.W.T.

Dari Abdullah bin ‘Amr R. A., Rasulullah S. A. W.bersabda : “Senarai di atas adalah salah satu sebab mengapa orang Yahudi / Kafir tidak sukakan angka 13 dan juga Hari Jumaat. Itulah sebab mengapa mereka mencipta cerita yang begitu seram sekali iaitu ” FRIDAY the 13th ” jika ada di kalangan kamu yang perasan!!!”

 Semoga bemanfaat.....insyaallah



Wassalam

Pengertian Maal Hijrah

.......السلام عليكم ورحمة الله وبركاته




Rasanya ramai yang tidak tahu dan keliru dengan Sambutan Maal Hijrah. Peristiwa hijrah Rasulullah s.a.w. bukan berlaku dalam bulan Muharram. Cumanya tahun berlaku peristiwa hijrah Rasulullah s.a.w ditandakan sebagai permulaan kiraan kalendar Islam yakni sebagai tahun pertama kalendar Islam. Manakala bulan Muharram pula dipilih sebagai bulan pertama dalam kalendar Hijrah. Ini bermakna, bila tiba bulan Muharram maka tibalah tahun baru.



Sila baca fakta-fakta di bawah untuk memahami dengan lebih jelas asal-usul bagaimana bermulanya perkiraan kalendar Hijrah.
1. Bulan Muharram adalah bulan pertama yang dipilih oleh Saidina Umar bin al-Khattab untuk kiraan bulan bagi tahun hijrah. Maksudnya, dua belas bulan dalam satu tahun, Saidina Umar membuat keputusan untuk memilih Muharram sebagai bulan pertama bagi tahun Hijrah. Ini seperti bulan Januari bagi tahun Masihi. Maka, telah berlaku salah faham sesetengah pihak lalu menganggap Nabi s.a.w berhijrah dalam bulan Muharram. Itu andaian yang tidak tepat.

2. Dahulunya, orang Arab tidak mempunyai kiraan tahun. Mereka hanya mempunyai kiraan bulan dengan nama bulan seperti yang digunakan oleh umat Islam. Nama bulan-bulan hijrah kita hari ini diambil dari nama bulan-bulan ‘Arab. Cumanya, Arab tidak mempunyai kiraan tahun seperti mana bangsa Rumawi yang mempunyai kiraan tahun masihi mereka.

3. Di zaman Saidina Umar, umat Islam mencadangkan agar diwujudkan kiraan tahun bagi kalendar umat Islam. Pelbagai cadangan diberikan termasuk dicadangkan tahun kelahiran Nabi s.a.w. untuk dijadikan tahun pertama kiraan kalendar umat Islam. Namun ditolak oleh Saidina Umar. Beliau kemudiannya bersetuju tahun Nabi s.a.w berhijrah dijadikan tahun pertama kiraan tahun dalam kalendar umat Islam.

4. Kemudian timbul pula persoalan bulan manakah patut dijadikan bulan pertama. Pelbagai cadangan diberikan, termasuk bulan Ramadan. Namun, Saidina Umar r.a menolaknya kemudian memilih bulan Muharram. Ini disebabkan bulan tersebut umat Islam baru sahaja menyelesaikan ibadah haji. Bukan kerana bulan tersebut Nabi s.a.w berhijrah.

5. Sejarahwan besar al-Hafizd al-Imam Ibn Kathir (w. 774H) menyebut dalam karya sejarahnya al-Bidayah wa al-Nihayah:

Kata Muhammad bin Sirin : Seorang lelaki datang kepada Umar dan berkata: “Tetapkan tarikh seperti mana orang bukan arab lakukan dengan menulis pada bulan tertentu dan tahun tertentu”. Jawab Umar: “Cadangan yang baik”. Mereka berkata: “Tahun bila kita hendak mulakan?”. Ada yang mencadangkan tahun kebangkitan Nabi s.a.w, ada pula cadangan tahun kewafatan dan lain-lain. Lalu mereka bersetuju tahun baginda berhijrah. Lalu mereka bertanya lagi: “Bulan manakah hendak kita mulakan?”. Ada yang mencadangkan Ramadan. Ada yang mencadangkan “Muharram kerana ia bulan yang orangramai baru sahaja selesai menunaikan haji dan ia juga termasuk dalam bulan-bulan haram”. Lalu mereka pun bersetuju menjadikan bulan Muharram bulan yang pertama.
(al-Bidayah wa al-Nihayah, 3/252, Beirut: Dar al-Fikr).
Riwayat ini jelas menunjukkan pemilihan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalendar Hijrah bukanlah kerana ia bulan yang Nabi s.a.w berhijrah padanya. Ia hanya bulan pilihan yang dijadikan bulan pertama bagi kalendar hijrah.

6. Menurut para pengkaji Sirah Nabi s.a.w, hijrah berlaku dalam Bulan Rabi’ul Awwal, bukan Bulan Muharram. Ini disebut dalam pelbagai riwayat. Sebuah karya kajian sirah Nabi s.a.w yang mendapat anugerah dan pengiktirafan besar dalam dunia Islam iaitu al-Rahiq al-Makhtum karangan al-Syeikh al-Mubarakfuri telah menyimpulkan bahawa Nabi s.a.w keluar dari rumah baginda ke rumah Abu Bakar al-Siddiq pada malam 28 haribulan Safar, tahun ke empat belas selepas menjadi rasul. Dari situ, baginda bersama Abu Bakar ke Gua Thur. Mereka berdua berada dalam gua tersebut selama tiga malam.

7. Pada hari pertama bulan Rabiul Awwal baginda dan Abu Bakar keluar dari Gua Thur lalu memulakan hijrah ke Yathrib (Madinah). Mereka dipandu oleh Abdullah bin ‘Uraiqit. Pada hari Isnin, 8 Rabiul Awwal, Nabi s.a.w sampai ke Quba. Baginda berada di Quba selama empat hari dan mengasaskan Masjid Quba. Pada 12 Rabiul Awwal, selepas solat Jumaat, barulah baginda memasuki Yathrib yang kemudian dinamakan Madinah. Inilah kesimpulan yang diambil dari pelbagai riwayat serta catatan ahli sejarah dan hadis. (lihat perincian: al-Mubarakfuri, al-Rahiq al-Makhtum, 163-172. Beirut: Muassasah Fuad).

8. Jelas bulan Muharram bukanlah bulan baginda Nabi s.a.w berhijrah, ataupun memulakan hijrah. Kesimpulannya, baginda keluar dari rumah pada akhir bulan Safar. Memulakan hijrah pada hari pertama Rabiul Awwal dan sampai ke Madinah pada 12 Rabiul Awwal. Jika ada perbezaan pendapat dalam kalangan sejarahwan, ia berkisar pada hari-hari yang disebutkan itu sahaja. Adapun bulan, mereka bersetuju hijrah Nabi s.a.w pada Rabiul Awwal. Dengan itu, kita sepatutnya tahu bahawa bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kiraan kalendar hijrah, bukan bulan hijrah Nabi s.a.w.

9. Setelah kita jelas tentang latar penetapan tahun hijrah, iaitu ia berlaku pada zaman Saidina Umar bin al-Khattab r.a bukan pada zaman Rasulullah s.a.w, maka sudah pastilah tiada apa-apa upacara ibadah khusus –sama ada solat khusus, atau puasa khusus atau bacaan doa khusus- yang Nabi s.a.w lakukan sempena tahun baru hijrah kerana kiraan tahun baru hijrah belum bermula pada zaman baginda. Pada zaman Umar dan khalifah-khalifah selepas Umar juga tiada sebarang upacara ibadah khusus sempena kedatangan tahun baru hijrah. Sebaik-baik petunjuk dalam ibadah ialah petunjuk Nabi s.a.w dan al-Khalafa al-Rasyidin.


wallahhualam...........


sumber... Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin

Hal-hal yang tidak harus dilakukan









Sesungguhnya dalam hidup kita dikelilingi oleh perkara-perkara yang menyeronokkan. Tetapi itulah sesungguhnya yang mendatangkan keburukan kepada kita. Dibawah ini terdapat 20 perkara JANGAN yang seharusnya kita ambil ikhtibar. Tidak dapat dinafikan ada terdapat perkara-perkara yang terkena pada saya sendiri.
Tetapi sebagai umat ISLAM, kita harus saling ingat memperingati diantara satu sama lain. Semoga kita umat Islam akan terus mengungguli dunia InsyaALLAH.
1.   Jangan sengaja lewatkan solat. Perbuatan ini Allah tidak suka. Kalau tertidur lain cerita..
2.   Jangan masuk ke bilik air tanpa memakai alas kaki (selipar). Takut kalau-kalau terbawa keluar najis,mengotori seluruh rumah kita.
3.   Jangan makan dan minum dalam bekas yang pecah atau sumbing. Makruh kerana ia membahayakan.
4.   Jangan biarkan pinggan mangkuk yang telah digunakan tidak berbasuh. Makruh dan mewarisi kepapaan.
5.   Jangan tidur selepas solat Subuh, nanti rezeki tertutup  (kerana berpagi-pagi itu membuka pintu berkat).
6.   Jangan makan tanpa membaca BISMILLAH dan doa makan. Nanti rezeki kita di kongsi syaitan.
7.   Jangan keluar rumah tanpa niat untuk membuat kebaikan. Takut-takut kita mati dalam perjalanan buat keburukan atau maksiat.
8.   Jangan pakai kasut atau selipar yang berlainan pasangan. Makruh dan mewarisi kepapaan.
9.   Jangan biarkan mata liar di perjalanan. Nanti hati kita gelap diselaputi dosa.
10.   Jangan bergaul bebas ditempat kerja. Banyak buruk dari baiknya.
11.   Jangan menangguh taubat bila berbuat dosa kerana mati boleh datang bila-bila masa.
12.   Jangan ego untuk meminta maaf pada ibu bapa dan sesama manusia kalau memang kita bersalah.
13.   Jangan mengumpat sesama rakan taulan. Nanti rosak persahabatan kita.
Hilang bahagia.
14.   Jangan lupa bergantung kepada ALLAH dalam setiap kerja kita. Nanti kita sombong apabila berjaya.Kalau gagal kecewa pula.
15.   Jangan bakhil untuk bersedekah. Sedekah itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki kita.
16. Jangan banyak ketawa. Nanti mati jiwa.
17.   Jangan biasakan berbohong, kerana ia adalah ciri-ciri munafik dan menghilangkan kasih orang kepada kita.
18.   Jangan suka menganiaya manusia atau haiwan. Doa makhluk yang teraniaya cepat dimakbulkan ALLAH.
19.   Jangan terlalu susah hati dengan urusan dunia. Akhirat itu lebih utama dan hidup di sana lebih lama dan kekal selamanya.
20.   Jangan mempertikaikan kenapa ISLAM itu berkata JANGAN. Sebab semuanya untuk keselamatan kita. ALLAH lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba ciptaannya.